Senin, 12 Oktober 2020

Ajeng yang pergi dari rumah

Pada sebuah rumah orang kaya, seorang gadis sedang berjalan mengendap endap  menyelinap ke dalam rumah, ada ekspresi terkejut pada gadis itu ketika memandang ke teras rumah, gadis itu melangkah ke kamar dan tangannya memegang gagang pintu kamar.


Ayah : membentak dengan suara berat (ajeng!!)

Ajeng : membalikkan badan ke arah ayahnya dan mencoba tetap tenang

Ayah : "dari mana kau" (dengan tetap membentak)

 Ajeng : "dari rumah temen"

Ayah : (menggemeletukkan gigi) kau,sejak kapan kau kuizinkan keluar dari rumah ini

Ajeng : (tenang tetapi sedikit menghiba) apakah salah kalau aku ingin berteman, Ayah? Ayah tak bisa terus menerus melarangku untuk keluar rumah ini. Apakah harus..

Ayah : (menempeleng pipi ajeng dengan tangan kanannya ke pipi kanan dan kiri)

Ajeng : (terhuyur dan tersungkur beberapa meter dari posisi  ayahnya sambil meraba pipinya mencoba untuk berdiri, ibunya dan kakaknya berusaha untuk mendekatinya dan dicegah oleh ayahnya)

Ayah : (sambil merentangkan kedua tangannya, untuk menghalangi langkah anak dan istrinya mendekati ajeng) jangan, jangan kalian bantu anak durhaka itu! Kau anak durhaka! (Menunjuk dan menatap tajam ke arah ajeng) Sekarang juga kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini! (Telunjuknya menunjuk ke arah pintu)

The end..

Senin, 05 Oktober 2020

IBU

Untukmu Ibu inilah ungkapan aku dari hati yang bersalah

Ibu engkau bagaikan bidadari tak bersayap yang selalu melindungi anak-anak mu

Engkau selalu memberi tanpa harus untuk dibalas

Ibu tanpa dirimu aku bukan siapa-siapa di dunia ini, tanpamu aku tidak bisa seperti sekarang ini

Ibu terimakasih atas semua belaian kasih sayangmu untuk anak-anakmu ini

Ibu selama sembilan bulan engkau mengadung dan membawa kami pergi dan merasakan sakit 

Tolong maafkan aku ibu yang sampai saat ini belum bisa membahagiakanmu atau membalas semua surga itu dengan hadiah terindah dari Allah untuk ibu yaitu menghafal kitab suci Al-Qur'an

Terimakasih ibu ibu ibu...