Pada sebuah rumah orang kaya, seorang gadis sedang berjalan mengendap endap menyelinap ke dalam rumah, ada ekspresi terkejut pada gadis itu ketika memandang ke teras rumah, gadis itu melangkah ke kamar dan tangannya memegang gagang pintu kamar.
Ayah : membentak dengan suara berat (ajeng!!)
Ajeng : membalikkan badan ke arah ayahnya dan mencoba tetap tenang
Ayah : "dari mana kau" (dengan tetap membentak)
Ajeng : "dari rumah temen"
Ayah : (menggemeletukkan gigi) kau,sejak kapan kau kuizinkan keluar dari rumah ini
Ajeng : (tenang tetapi sedikit menghiba) apakah salah kalau aku ingin berteman, Ayah? Ayah tak bisa terus menerus melarangku untuk keluar rumah ini. Apakah harus..
Ayah : (menempeleng pipi ajeng dengan tangan kanannya ke pipi kanan dan kiri)
Ajeng : (terhuyur dan tersungkur beberapa meter dari posisi ayahnya sambil meraba pipinya mencoba untuk berdiri, ibunya dan kakaknya berusaha untuk mendekatinya dan dicegah oleh ayahnya)
Ayah : (sambil merentangkan kedua tangannya, untuk menghalangi langkah anak dan istrinya mendekati ajeng) jangan, jangan kalian bantu anak durhaka itu! Kau anak durhaka! (Menunjuk dan menatap tajam ke arah ajeng) Sekarang juga kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini! (Telunjuknya menunjuk ke arah pintu)
The end..
Mantap ceritanya π. Semangat πͺ
BalasHapusKeren deh ceritanya π
BalasHapusKeren kkπ
BalasHapusKeren, semangat dalam berkarya ya ππ
BalasHapusMantappp banget ceritanya
BalasHapusSemangat terusππͺ